This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 19 November 2019
Senin, 03 Februari 2014
Catatan Jobseeker
22.03
No comments
“Dimana
aku bisa menemukan seseorang yang membuat aku apa adanya?” Pandangan Levi ke arah
langit biru membuat ia tidak mempedulikan keadaan sekitarnya. Levi yang sedang
tiduran dekat pohon rumahnya membuat khayalannya semakin melambung tinggi.
Genap sudah satu bulan Levi lulus
dari kuliah. Kini namanya sudah memiliki buntut gelar, S.E. menurutnya itu
singkatan Sarjana Edan. Banyak orang yang masuk jurusan ini dengan tujuan
mempermudah mengambil pekerjaan. Levi mengambil jurusan ini hanya karena desakan
mama yang menyuruh anaknya mengambil jurusan itu. Konsekuensinya nilai dia
kurang maksimal, namun ia tidak pernah mempermasalahkannya.
“Levi…Leviiiii !!!” Teriak seorang ibu paruh
baya keluar dari rumah mencari anak kesayangannya.
“ Yaaaaa.. Maa”
“Ngapain aja kamu disana melamun?
Awas kesambet penunggu pohon. Sini sini masuk ke rumah bantu ibu masak.”
Segera levi menuju ke arah ibunya.
Rumahnya yang kecil, dengan halaman yang luas, dan suasana sejuk membuat ia
betah tinggal di rumah. Temannya sering main ke rumahnya merasakan kesejukan
angin dan oksigen dari pohon besar. Itu hanya berlaku siang hari saja. Malam
harinya, tidak ada yang berani ke rumah Levi, orang-orang merinding kerap
melihat pohon yang ada di sekitar rumahnya.
Levi membantu ibunya memasak di
rumah, ia memiliki passion memasak.
Lidah Levi sangat peka terhadap rasa masakan, ia dapat mengetahui cita rasa
masakan tiap daerah bahkan masakan luar negeri.
“Yappp.. Sepertinya makanan sudah
kelar.. Saatnya baca komik..” ucap Levi kemudian meninggalkan ibunya.
“Kapan kamu kerja?” Tanya ibu
“Hmmmm… Kurang tahu Ma. Aku lagi ga mood cari pekerjaan. Aku mau bersantai
dulu setelah lulus Ma..”
“Jangan terlalu lama loh nak.
Persaingan dunia kerja sekarang semakin sulit.”
“Iya Maaa..”
Dalam hati Levi yang kurang menyukai
kerja di kantoran dengan kemeja, celana bahan, dan sepatu pantofel membuat ia
malas melamar pekerjaan. Memang keren sih menggunakannya tapi kalau dipakai
setiap hari, lama-lama bosen. Levi lebih suka di suruh menulis sebuah novel,
dan memasak yang rasa masakan seperti chef
yang berpengalaman.
Drrrrrreedd… Drrrreeeeeeddd..
Ddddreeeeddd…. *bunyi getaran hape Levi.
Muncul
gambar memo:
Pukul
16.00 : Siap-siap ke toko buku, saatnya refreshing
mencari ide tulisan!
Pukul
16.30: Berangkat, jangan lupa STNK, SIM, dan helm !!
“Huff.. Baiklah hape bawel” Gumam
Levi saat ia sedang serius menulis di laptopnya. Kebiasaan Levi selalu mengisi
agenda, apa saja yang ia lakukan untuk hari ke depan. Dia sudah membiasakan
diri sejak ia melihat kebiasaan Papanya seorang pebisnis yang ulet. Papanya
dapat dikatakan pebisnis yang jatuh bangun membangun kerajaan bisnisnya. Dia
pernah tinggal di perumahan yang elit, seketika juga ia tinggal di rumah yang
sederhana saat itu papanya ditipu perusahaan investasi bodong. Keluarga Levi
sudah siap menerima dimana ia tinggal.
Levi kemudian mandi dan berpakaian
kasual yang simple menuju Gramedia.
Ia mengendarai motornya yang setia menemaninya sejak lima tahun lalu. Setelah
sampai di Gramedia, ia langsung menelusuri setiap buku yang terbaru, best-seller, dan buku-buku yang
kontroversial.
“Cih… Makin banyak saja buku
motivator yang hanya memajang muka dan cari popularitas. Isinya mengenai
kebaikan dalam dirinya terus kemudian dia menjual tiket seminar yang harganya
mahal. Makin jijik gue lihatnya” ucap Levi dalam hatinya.
“Ini apaan buku-buku yang hanya bagus di judul
saja. Pas baca, detail detail di dalam karakternya engga jelas. Hanya mengejar
popularitas aja..” lirik Levi melirik novel-novel remaja.
Sepanjang jalan Levi melihat
buku-buku dari judulnya, banyak judul buku yang hanya mencari sensasi dengan
isi kosong yang buat ia harus berhati-hati. Kemudian ia melihat buku yang
menarik yang berjudul “Rahasia Tersembunyi Peristiwa Sejarah”.
Judul tersebut sontak merenggut
perhatian Levi, segera ia mengambil buku tersebut melihat isi-isi sampulnya.
Rasa penasaran terhadap isi bukunya, ia mencari buku yang sampulnya dilepas.
Kemudian ia baca peristiwa sejarah yang ada di dalam bukunya.
“Hmmmmm…. Argumen buku ini sedikit
masuk akal. Tapi referensi bukunya tidak ada. Tidak bisa dipertanggungjawabkan
nih buku. Kayaknya si penulis mengambil dari google.”
“ Kenapa buku sekarang hanya mencari
sensasi demi mendongkrak penjualan doang sih? Memuakkan..”
Langganan:
Postingan (Atom)










